Program Studi Agribisnis
Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pertanian, bisnis, teknologi digital, dan kewirausahaan maritim. Dengan dukungan kurikulum adaptif, tenaga pengajar kompeten, serta fasilitas pembelajaran modern, Prodi Agribisnis berkomitmen mencetak lulusan yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri agribisnis masa depan.
Pendidikan Agribisnis Berbasis Inovasi, Teknologi, dan Kewirausahaan
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang agribisnis digital dan kewirausahaan maritim berkelanjutan.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), proses akademik dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, keterampilan manajerial, literasi digital, serta karakter Islami yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum Program Studi Agribisnis dikembangkan secara adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan industri, serta potensi wilayah kepulauan.
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek produksi pertanian, tetapi juga mencakup pengelolaan rantai nilai agribisnis dari sektor hulu hingga hilir, meliputi:
- Manajemen usaha agribisnis
- Ekonomi pertanian
- Kewirausahaan agribisnis
- Pemasaran dan rantai pasok produk pertanian
- Agribisnis digital
- Analisis bisnis dan kelayakan usaha
- Pengembangan potensi pertanian dan sumber daya maritim
Kurikulum diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan pengelolaan bisnis pertanian dan perikanan berbasis potensi lokal.

Sistem Pembelajaran
Program Studi Agribisnis menerapkan sistem pembelajaran yang menggabungkan pendekatan teori dan praktik untuk membangun kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
Kegiatan akademik dilaksanakan melalui:
1. Pembelajaran Tatap Muka dan Digital
Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar melalui perkuliahan konvensional yang didukung teknologi digital, termasuk pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran hybrid dan blended learning.
2. Praktikum dan Pembelajaran Berbasis Kasus
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan konsep agribisnis melalui kegiatan praktikum, analisis kasus usaha, pengolahan data ekonomi, pemetaan wilayah agrikultur-maritim, serta simulasi pengembangan bisnis.
3. Pembelajaran Berbasis Riset dan Pengabdian
Proses akademik diarahkan agar mahasiswa mampu mengembangkan solusi terhadap permasalahan nyata masyarakat melalui penelitian, inovasi, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
