AgribisnisAgribisnis

Cari

Cari artikel, laman, dokumen, dan dosen prestasi di situs ini

Kurikulum

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton menerapkan Kurikulum 2025 berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang disusun dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti).

Kurikulum dirancang untuk menghasilkan Sarjana Agribisnis yang profesional, berkarakter Islami, berjiwa kewirausahaan, menguasai teknologi digital, serta mampu mengembangkan agribisnis berkelanjutan berbasis potensi agrikultur dan kemaritiman wilayah kepulauan.

Penyusunan dan pengembangan kurikulum dilakukan melalui evaluasi pembelajaran, tracer study alumni, masukan pengguna lulusan, forum dosen, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dunia usaha, dan dunia industri. Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.


Keunggulan Kurikulum

Kurikulum Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton memiliki beberapa fokus keunggulan:

  • Pembelajaran berbasis capaian melalui pendekatan Outcome-Based Education.
  • Integrasi agribisnis digital, e-commerce, sistem informasi, dan analisis data.
  • Pengembangan agripreneurship dan kewirausahaan maritim.
  • Pengolahan dan pemasaran hasil pertanian serta sumber daya maritim.
  • Pengembangan rantai pasok agrikultur-maritim berbasis teknologi digital.
  • Penerapan prinsip bioekonomi, pertanian presisi, dan pembangunan berkelanjutan.
  • Penguatan karakter Islami, etika profesi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
  • Pembelajaran berbasis praktik, studi kasus, proyek, penelitian, dan kegiatan lapangan.
  • Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui magang, pertukaran mahasiswa, penelitian, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada mahasiswa. Setiap mata kuliah diarahkan untuk mendukung ketercapaian profil dan capaian pembelajaran lulusan.

Metode pembelajaran yang diterapkan meliputi:

  • Case method atau pembelajaran berbasis kasus;
  • Team-based project atau proyek kelompok;
  • Problem-based learning;
  • Praktikum dan praktik lapangan;
  • Simulasi dan penyusunan rencana bisnis;
  • Penelitian kolaboratif dosen dan mahasiswa;
  • Pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat digital;
  • Magang pada dunia usaha, dunia industri, dan lembaga pemerintah;
  • Kegiatan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.

Capaian mahasiswa dievaluasi secara berkelanjutan melalui tugas, proyek, praktikum, portofolio, presentasi, ujian, kegiatan lapangan, seminar, dan tugas akhir.


Bidang Kajian Kurikulum

Materi pembelajaran mencakup bidang kajian utama:

  1. Dasar-dasar pertanian dan agronomi;
  2. Ekonomi pertanian;
  3. Manajemen agribisnis;
  4. Akuntansi, pembiayaan, dan perbankan;
  5. Produksi dan pengolahan hasil pertanian;
  6. Pemasaran dan tata niaga pertanian;
  7. Kewirausahaan dan perencanaan bisnis;
  8. Sistem informasi dan teknologi digital pertanian;
  9. Statistika, ekonometrika, dan analisis data;
  10. Penyuluhan dan komunikasi pertanian;
  11. Ketahanan dan diversifikasi pangan;
  12. Kebijakan dan pembangunan pertanian;
  13. Pengelolaan sumber daya dan lingkungan;
  14. Pertanian serta kewirausahaan berbasis kemaritiman;
  15. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.