UM Buton Agribusiness Study Program Lecturer Trusted to Be Resource Person for Plastic Waste Processing Training in Sukanayo
Baubau, 3 Agustus 2026 — Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Dr. Wardana, S.Hut., M.Si., turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Tingkat Kelurahan Sukanayo Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.
Dosen Agribisnis Dorong Perubahan Paradigma tentang Sampah
Pada sesi pertama, Dr. Wardana menyampaikan materi berjudul “Mengubah Sampah Plastik Menjadi Sumber Penghasilan dan Lingkungan Bersih di Pedesaan.”
Dalam pemaparannya, Dr. Wardana mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah plastik. Sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis plastik berdasarkan kode daur ulang, yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan OTHER. Pemahaman mengenai jenis plastik tersebut penting karena setiap jenis memiliki karakteristik, nilai jual, serta peluang pemanfaatan yang berbeda.
Selain mengenali jenis plastik, peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik pemilahan sederhana yang dapat dilakukan sejak dari rumah. Plastik perlu dipisahkan dari sampah organik, dikosongkan dari sisa isi, dibersihkan, dikeringkan, dan kemudian disimpan secara terpisah sebelum disetorkan kepada bank sampah atau pengepul.
Sampah Plastik dan Peluang Nilai Tambah Ekonomi
Dr. Wardana juga menjelaskan bahwa pemanfaatan sampah plastik tidak harus berhenti pada kegiatan pengumpulan dan penjualan. Sampah plastik yang dikelola dengan kreativitas dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti ecobrick, pot tanaman, kerajinan tangan, dan produk dekoratif.
Pendekatan tersebut memiliki relevansi dengan bidang Agribisnis karena pengelolaan sumber daya tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi, tetapi juga bagaimana suatu sumber daya dapat dikelola, diberi nilai tambah, dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam sesi tersebut juga diberikan simulasi sederhana mengenai potensi pendapatan yang dapat diperoleh kelompok masyarakat apabila kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik dilakukan secara rutin dan terorganisasi.
Menurut Dr. Wardana, meskipun nilai ekonominya mungkin tidak besar pada tahap awal, kegiatan tersebut dapat menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus membangun aktivitas ekonomi produktif berbasis masyarakat.
Mendorong Masyarakat Menerapkan Prinsip 3R
Selain aspek ekonomi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Masyarakat didorong untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Wardana juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah plastik secara sembarangan karena dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan.
Pendekatan yang dikembangkan dalam pelatihan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam penyelesaian persoalan sampah, bukan hanya sebagai penerima kebijakan.
Bank Sampah sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Sesi berikutnya diisi oleh Moh. Rusman Ramli, S.E., M.Si. yang membawakan materi “Bank Sampah Plastik sebagai Sumber Pendapatan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan di Kelurahan Sukanayo.”
Materi tersebut membahas bank sampah sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mencakup kegiatan memilah, menimbang, mencatat, menyimpan, dan menjual sampah plastik secara transparan.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai kebutuhan dalam pembentukan bank sampah, antara lain kepengurusan, lokasi penyimpanan, timbangan, aturan operasional, sistem pencatatan, serta kemitraan dengan pihak pembeli atau pengepul.
Antusiasme Peserta dalam Diskusi
Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai jenis plastik yang memiliki nilai jual, mekanisme pembentukan bank sampah, sistem pencatatan tabungan sampah, pembagian keuntungan, hingga peluang pemasaran hasil pengolahan sampah plastik di Kota Baubau.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif apabila dikelola secara bersama-sama.
Kontribusi Dosen Agribisnis dalam Pemberdayaan Masyarakat
Keterlibatan Dr. Wardana sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen Program Studi Agribisnis UM Buton dalam melaksanakan pengabdian dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

Perspektif Agribisnis yang menekankan aspek nilai tambah, pengelolaan sumber daya, kewirausahaan, dan peluang ekonomi masyarakat menjadi relevan dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dosen Agribisnis tidak hanya diterapkan dalam kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk membantu masyarakat menemukan solusi terhadap persoalan lingkungan dan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan pemberdayaan seperti ini, Program Studi Agribisnis UM Buton terus mendorong kontribusi dosen dalam menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi
Pelatihan di Kelurahan Sukanayo memberikan pesan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu membiasakan masyarakat memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Ketika pengelolaan tersebut dilakukan secara kolektif melalui kelompok masyarakat dan bank sampah, sampah plastik tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.
Dengan dukungan pemerintah kelurahan, masyarakat, dan perguruan tinggi, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi awal tumbuhnya budaya pengelolaan sampah yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kelurahan Sukanayo.
