AgribisnisAgribisnis

بحث

ابحث عن المقالات والصفحات والمستندات وأعضاء هيئة التدريس المتميزين في هذا الموقع

Sejarah

Perjalanan Pengembangan Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton

Program Studi Agribisnis merupakan salah satu program studi pionir di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Kehadiran Program Studi Agribisnis tidak terlepas dari perkembangan Universitas Muhammadiyah Buton sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki komitmen dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter Islami, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Pendirian Program Studi Agribisnis dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang manajemen, bisnis, kewirausahaan, dan pengelolaan sektor pertanian berbasis potensi lokal wilayah Kepulauan Buton. Program studi ini hadir untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan sektor agribisnis melalui pendekatan ilmu ekonomi pertanian, manajemen usaha, teknologi, serta inovasi bisnis pertanian.

Sejak awal berdirinya, Program Studi Agribisnis dirancang untuk menjawab karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kepulauan Buton, yang memiliki kekayaan sumber daya alam berupa sektor pertanian daratan dan potensi wilayah pesisir serta kelautan. Oleh karena itu, pengembangan keilmuan Agribisnis UM Buton tidak hanya berfokus pada aspek produksi pertanian, tetapi juga mencakup pengelolaan rantai nilai (value chain), pengolahan hasil, pemasaran, kewirausahaan, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.


Transformasi dan Penguatan Program Studi

Dalam perjalanan pengembangannya, Program Studi Agribisnis terus melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja. Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Program Studi Agribisnis secara bertahap berkembang dari pengelolaan agribisnis berbasis konvensional menuju program studi yang adaptif terhadap era digital. Pengembangan keilmuan diarahkan pada integrasi teknologi digital dalam sektor pertanian, pengelolaan rantai pasok, pemasaran digital, serta pengembangan kewirausahaan berbasis potensi wilayah kepulauan.

Keunggulan spesifik Program Studi Agribisnis UM Buton kemudian diarahkan pada konsep Agribisnis Digital dan Kewirausahaan Maritim Berkelanjutan. Konsep ini menjadi ciri khas program studi dalam menghubungkan potensi pertanian daratan dengan sumber daya maritim melalui inovasi bisnis, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.


Tonggak Perkembangan Program Studi Agribisnis

Perjalanan pengembangan Program Studi Agribisnis dapat dilihat melalui beberapa periode kepemimpinan dan fokus pengembangannya:

Periode

Ketua Program Studi

Fokus Pengembangan

Periode Perintisan

Muzuna, S.P., M.Si.

Peletakan dasar tata kelola akademik, kelengkapan perizinan, dan penerimaan mahasiswa angkatan awal

Periode Konsolidasi

Antasalam Ajo, S.P., M.Si.

Penguatan kurikulum nasional, peningkatan kualifikasi dosen, dan penetapan akreditasi awal BAN-PT

Periode Penguatan (2019–2023)

Antasalam Ajo, S.P., M.Si.

Penguatan sistem penjaminan mutu internal (SPMI), penataan sarana laboratorium, dan rintisan kurikulum berbasis OBE

Periode Pemutakhiran (2024–2028)

Wa Ode Dian Purnamasari, S.P., M.P.

Akselerasi agribisnis digital, kewirausahaan maritim berkelanjutan, peningkatan akreditasi, dan implementasi Caturdarma berdaya saing global



sejarah prodi.jpg


Menuju Agribisnis Digital dan Kewirausahaan Maritim Berkelanjutan

Memasuki periode pengembangan 2024–2028, Program Studi Agribisnis menempatkan diri sebagai program studi yang berorientasi pada keunggulan regional dengan mengembangkan bidang Agribisnis Digital dan Kewirausahaan Maritim Berkelanjutan.

Arah pengembangan tersebut diwujudkan melalui:

  • penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE);
  • penguatan literasi digital mahasiswa;
  • pengembangan sistem rantai pasok agrikultur-maritim;
  • pembentukan karakter kewirausahaan (agripreneurship);
  • peningkatan penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal Kepulauan Buton.


Dengan semangat inovasi, nilai-nilai Islam, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton terus bergerak menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian, maritim, dan masyarakat kepulauan.