إم بي كيه إم
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan bagian dari proses pembelajaran di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual di luar kelas maupun di luar kampus.
Melalui MBKM, mahasiswa dapat menerapkan ilmu agribisnis dalam situasi nyata, berinteraksi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta berkontribusi dalam penyelesaian masalah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan diarahkan pada penguatan agribisnis digital, kewirausahaan maritim berkelanjutan, pembangunan wilayah kepulauan, dan pembentukan karakter Islami.
Program ini juga mendukung visi Prodi Agribisnis UM Buton dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Tujuan Program MBKM
Pelaksanaan MBKM di Prodi Agribisnis UM Buton bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
- Memberikan pengalaman dalam menyelesaikan persoalan agribisnis secara langsung.
- Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam agribisnis digital dan kewirausahaan.
- Mengembangkan kemampuan mengelola potensi pertanian dan sumber daya maritim.
- Memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, dan mitra akademik.
- Menumbuhkan tanggung jawab sosial serta etika profesi berdasarkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
- Membantu mahasiswa membangun portofolio akademik dan profesional sebelum lulus.
Bentuk Kegiatan MBKM
Mahasiswa Prodi Agribisnis dapat mengikuti berbagai bentuk kegiatan pembelajaran sesuai kebijakan universitas dan ketentuan akademik program studi.
1. Magang atau Praktik Kerja
Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung pada perusahaan, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, koperasi, lembaga keuangan, UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, atau lembaga lain yang relevan.
Kegiatan magang dapat mencakup manajemen produksi, pemasaran hasil pertanian, pemasaran digital, pengelolaan rantai pasok, kelembagaan pertanian, pembiayaan usaha, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.
2. Proyek Kewirausahaan
Mahasiswa merancang dan menjalankan usaha berbasis pertanian atau sumber daya maritim. Kegiatan dapat berbentuk pengembangan produk, penyusunan model bisnis, analisis pasar, digital marketing, pengelolaan keuangan, perizinan usaha, dan penguatan merek.
Program ini diarahkan untuk melahirkan AgrisosioPreneur yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan memberdayakan masyarakat secara etis serta berkelanjutan.
3. Penelitian atau Riset
Mahasiswa terlibat dalam kegiatan penelitian bersama dosen, lembaga riset, pemerintah, perguruan tinggi mitra, atau dunia industri. Topik penelitian dapat berfokus pada agribisnis digital, ketahanan pangan kepulauan, rantai pasok, pemasaran komoditas, kewirausahaan, perubahan iklim, dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Komoditas yang dapat dikaji antara lain jambu mete, kelapa, rumput laut, hasil perikanan, dan komoditas unggulan lain di Kepulauan Buton.
4. Pertukaran Mahasiswa
Mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran pada program studi atau perguruan tinggi mitra. Kegiatan ini memberikan pengalaman akademik yang lebih luas, memperkuat jejaring, dan memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan pembelajaran yang berbeda.
Pertukaran mahasiswa dilaksanakan berdasarkan kerja sama, kesesuaian capaian pembelajaran, serta ketentuan akademik yang berlaku.
5. Proyek Independen
Mahasiswa dapat mengembangkan proyek inovatif secara individu maupun kelompok. Proyek harus relevan dengan kompetensi agribisnis dan menghasilkan luaran yang terukur.
Luaran proyek dapat berupa model bisnis, aplikasi sederhana, sistem informasi, prototipe produk, kajian pasar, media pemasaran digital, desain rantai pasok, atau inovasi pengembangan masyarakat.
6. Pengabdian atau Pembangunan Desa
Mahasiswa terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program desa binaan, KKN tematik, pendampingan UMKM, penguatan kelembagaan petani dan nelayan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
Prodi Agribisnis UM Buton memprioritaskan kegiatan yang mendukung pembangunan desa pesisir dan pengembangan agribisnis kepulauan secara berkelanjutan.
7. Kegiatan Lain yang Diakui
Mahasiswa dapat mengikuti bentuk pembelajaran lain yang relevan dan diakui oleh universitas. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan pembelajaran, rencana pelaksanaan, pendamping, bukti kinerja, dan mekanisme evaluasi yang jelas.
Program Unggulan MBKM Prodi Agribisnis
Prodi Agribisnis UM Buton mengembangkan kegiatan MBKM Mandiri dan program unggulan yang sesuai dengan potensi wilayah Kepulauan Buton, antara lain:
- Magang industri agromaritim
- KKN tematik desa pesisir
- Kewirausahaan Merdeka
- Pendampingan UMKM petani dan nelayan
- Pengembangan BUMDes pesisir
- Proyek digital marketing agribisnis
- Pengembangan rantai pasok produk pertanian dan maritim
- Penelitian komoditas unggulan Kepulauan Buton
- Pemberdayaan masyarakat agribisnis pesisir
- Pengembangan inovasi ketahanan pangan kepulauan
Program tersebut melibatkan mitra dari pemerintah daerah, dinas teknis, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha sektor pertanian dan maritim.
Pengakuan Akademik
Kegiatan MBKM dapat memperoleh pengakuan akademik melalui konversi ke mata kuliah atau bentuk pengakuan lain sesuai ketentuan universitas dan program studi.
Pengakuan akademik mempertimbangkan kesetaraan antara aktivitas mahasiswa dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Karena itu, rencana kegiatan dan konversi harus memperoleh persetujuan sebelum kegiatan dimulai.
Setiap kegiatan sekurang-kurangnya harus memiliki:
- Tujuan dan capaian pembelajaran
- Mitra atau lokasi kegiatan yang jelas
- Dosen pembimbing atau pendamping
- Rencana aktivitas
- Mekanisme penilaian
- Bukti pelaksanaan dan kinerja
- Dokumen konversi yang telah disetujui
- Luaran atau hasil kegiatan
Keputusan akhir mengenai konversi dan pengakuan kredit akademik ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan ketentuan Universitas Muhammadiyah Buton.
Tahapan Mengikuti MBKM
Mahasiswa yang ingin mengikuti MBKM perlu menjalani tahapan berikut:
- Mencari informasi mengenai program dan mitra MBKM.
- Berkonsultasi dengan Pembimbing Akademik dan pengelola program studi.
- Memastikan telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi.
- Memilih kegiatan yang sesuai dengan minat, kompetensi, dan rencana studi.
- Mengajukan lokasi, mitra, serta rencana kegiatan.
- Menyusun rencana konversi mata kuliah sebelum kegiatan dilaksanakan.
- Memperoleh persetujuan, pembimbing, dan surat tugas atau surat pengantar.
- Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, etika akademik, keselamatan kerja, dan peraturan mitra.
- Mengisi logbook dan mengumpulkan bukti kegiatan secara berkala.
- Menyusun laporan akhir dan mengikuti presentasi atau ujian jika dipersyaratkan.
- Mengajukan penilaian dan konversi hasil kegiatan.
Penilaian Kegiatan
Penilaian MBKM dilakukan secara objektif, transparan, dan berkelanjutan. Penilaian dapat melibatkan dosen pembimbing, pembimbing lapangan, mitra, dan pengelola program studi.
Komponen penilaian dapat mencakup:
- Kedisiplinan dan tanggung jawab
- Penguasaan pengetahuan dan keterampilan
- Kemampuan memecahkan masalah
- Komunikasi dan kerja sama
- Etika serta sikap profesional
- Kualitas logbook dan laporan
- Presentasi hasil kegiatan
- Portofolio atau produk yang dihasilkan
- Penilaian dari mitra
Luaran Kegiatan MBKM
Mahasiswa wajib menghasilkan bukti dan luaran sesuai karakteristik kegiatan. Luaran tersebut dapat berupa:
- Logbook kegiatan
- Laporan akhir
- Portofolio
- Artikel ilmiah
- Proposal atau model bisnis
- Produk usaha
- Prototipe inovasi
- Media pemasaran digital
- Video dokumentasi
- Laporan pengabdian kepada masyarakat
- Rekomendasi pengembangan usaha
- Sertifikat dari mitra
Luaran MBKM menjadi bukti pencapaian kompetensi sekaligus bagian dari portofolio mahasiswa.
Layanan Pendampingan
Program Studi Agribisnis menyediakan pendampingan bagi mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Pendampingan dilakukan melalui Pembimbing Akademik, dosen pembimbing kegiatan, pengelola program studi, dan pembimbing dari mitra.
Mahasiswa dapat memperoleh layanan berupa:
- Konsultasi pemilihan program
- Pemeriksaan persyaratan akademik
- Penyusunan rencana kegiatan
- Pemetaan capaian pembelajaran
- Perencanaan konversi mata kuliah
- Pembekalan sebelum keberangkatan
- Monitoring pelaksanaan
- Pendampingan penyusunan laporan
- Evaluasi dan pengakuan hasil kegiatan
Komitmen Prodi Agribisnis UM Buton
Prodi Agribisnis UM Buton berkomitmen memperluas kemitraan strategis untuk mendukung mobilitas dan pengalaman belajar mahasiswa. Pengembangan program dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, BUMDes, komunitas, perguruan tinggi, dan lembaga lain yang relevan.
Renstra Prodi Agribisnis 2024–2028 menargetkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program MBKM luar kampus secara bertahap hingga mencapai 50 persen pada tahun 2028. Target ini didukung melalui perluasan lokasi magang, penguatan kerja sama, pengembangan ekosistem kewirausahaan, dan digitalisasi layanan akademik.
Melalui MBKM, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori agribisnis. Mahasiswa juga mampu menerapkannya untuk menciptakan usaha, menghasilkan inovasi, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Informasi dan Pendaftaran
Mahasiswa yang berminat mengikuti program MBKM dapat menghubungi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton untuk memperoleh informasi mengenai:
- Program yang sedang dibuka
- Persyaratan peserta
- Daftar mitra
- Jadwal pendaftaran
- Dokumen pengajuan
- Pembimbing kegiatan
- Mekanisme konversi mata kuliah
Informasi terbaru mengenai program, seleksi, jadwal, dan ketentuan teknis akan diumumkan melalui website serta kanal resmi Universitas Muhammadiyah Buton.
