محاضر في برنامج دراسة الأعمال الزراعية في UM Buton ليكون مقدمًا في ورشة عمل حول إعداد مقترحات بحثية قائمة على الذكاء الاصطناعي

Baubau, 11 Agustus 2026 — Prestasi dan kompetensi dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali mendapat perhatian. Dr. Wardana, S.Hut., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Berbasis Artificial Intelligence (AI) Menggunakan Research Proposal Generator yang diselenggarakan di Aula Gedung Korea Universitas Muhammadiyah Buton, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya UM Buton dalam meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam workshop tersebut, Dr. Wardana membawakan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mendukung proses penyusunan proposal penelitian, khususnya melalui penggunaan Research Proposal Generator. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknologi AI, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara tepat dalam proses pengembangan gagasan dan penyusunan proposal penelitian.
Kehadiran dosen Prodi Agribisnis sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dosen dalam mendukung penguatan budaya penelitian di lingkungan Universitas Muhammadiyah Buton.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Peneliti
Dalam penyusunan proposal penelitian, teknologi AI memiliki potensi besar untuk membantu peneliti bekerja secara lebih sistematis dan efektif. Namun, penggunaan AI tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu akademik, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan kompetensi peneliti.
Kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi persoalan, membangun argumentasi ilmiah, merumuskan metode penelitian, menentukan kebaruan (novelty), serta menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat tetap menjadi faktor utama dalam menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas.
Melalui pendekatan tersebut, AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai teknologi pendukung dalam mengembangkan ide penelitian, menyusun kerangka berpikir, mengidentifikasi permasalahan, hingga membantu mengarahkan penyusunan proposal secara lebih sistematis.
Kontribusi Dosen Agribisnis dalam Transformasi Digital Penelitian
Keterlibatan Dr. Wardana sebagai pemateri menjadi momentum positif bagi Program Studi Agribisnis UM Buton dalam memperlihatkan kapasitas dosennya dalam merespons perkembangan teknologi dan transformasi digital di bidang pendidikan tinggi.
Kompetensi tersebut juga memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan ilmu Agribisnis yang semakin membutuhkan pendekatan berbasis data, teknologi digital, kecerdasan buatan, dan analisis ilmiah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan pertanian dan ekonomi masyarakat.
Bagi Program Studi Agribisnis, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik seperti ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi kepada institusi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.
UM Buton sendiri terus mendorong pemanfaatan teknologi AI secara bijak dengan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, etika akademik, dan tanggung jawab ilmiah.
Memperkuat Citra dan Kompetensi Prodi Agribisnis
Kepercayaan kepada dosen Prodi Agribisnis untuk menjadi pemateri dalam workshop tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi dosen tidak hanya berdampak pada kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap penguatan ekosistem penelitian di perguruan tinggi.
Ke depan, keterlibatan dosen Agribisnis dalam kegiatan ilmiah, pelatihan, workshop, penelitian, publikasi, serta pengembangan teknologi diharapkan semakin memperkuat posisi Program Studi Agribisnis UM Buton sebagai program studi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia akademik maupun masyarakat.
